Share

Bab 3

Penulis: Sahur
Yura tergagap-gagap dan tidak bisa menemukan alasan untuk membantah.

Dia hanya bisa melirik ke Nyonya Dona untuk meminta bantuan.

Nyonya Dona segera maju, mengulurkan tangan hendak menggandeng lenganku, tetapi aku menghindarinya dengan tenang.

Tangan Nyonya Dona masih terangkat sejenak, kemudian membantah dengan manja, "Aduh, Nancy, anak ini!

"Dulu kamu sudah buru-buru pergi, uang itu masih kami simpan untukmu, hanya belum ada kesempatan diberikan padamu. Lihatlah, kita jadi ribut seperti ini, ini semua hanya salah paham!"

Tuan Ardi berdiri di samping sambil menggosok-gosok tangan, terus mengangguk setuju.

"Ya, benar. Kami selalu ingat kok!"

Alasannya benar-benar tidak meyakinkan.

Wajah Jason sangat muram, dia menatap Yura dengan tajam.

"600 miliar."

"Nggak boleh kurang sepeser pun, sebelum besok siang, uang itu harus kamu transfer ke rekening Nancy. Kalau nggak, aku akan menceraikanmu!"

Yura tidak menyangka Jason akan sekejam ini.

Pria itu memaksanya seperti ini di depan banyak orang.

Yura melirikku dengan tatapan kejam, lalu berkata sambil memaksakan diri untuk tersenyum, "Jason, ini kelalaianku."

"Tenang saja, besok pasti kutransfer."

Aku menghela napas, sebenarnya aku tidak ingin lagi terlibat di dalam dunia mereka.

Sekarang ini, aku hanya ingin hidup tenang dengan Theo.

"Nggak perlu transfer. Sekarang, aku sudah bisa menghidupi diriku sendiri."

"Pekerjaanku belum selesai, aku pergi kerja dulu. Mohon pamit."

Setelah itu, tanpa melihat respons mereka, aku langsung pergi ke pojokan.

Ruang pesta kembali ramai, sedangkan aku kembali bekerja dengan tenang. Membawa lap dan ember, hanya tersisa satu bilik lagi, lalu aku bisa pulang bersama Theo.

Tiba-tiba terdengar keributan di kejauhan.

Kemudian, Yura berteriak.

"Nggak mungkin! Jelas-jelas tadi masih terpasang di tanganku, gelang berlian itu nilainya 100 miliar!"

"Kenapa bisa hilang?"

Hatiku terasa berat, sebuah firasat buruk muncul.

Tidak lama kemudian, Yura menuduhku.

"Barusan … barusan sepertinya hanya Kak Nancy yang berada di dekatku. Sebelum membawanya masuk ke ruangan, gelangku jelas-jelas masih ada. Jangan-jangan …."

Sebelum Yura selesai bicara ….

Para satpam mendobrak masuk ke bilikku, lalu menyeretku keluar.

"Aku nggak mencuri gelangnya!"

"Aku terus fokus kerja, nggak pernah mengambil barang yang bukan milikku!"

"Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku!"

Aku meronta.

Karena kalah kuat dari mereka, aku hanya bisa pasrah diseret mereka.

Yura segera melangkah maju, lalu pura-pura meminta maaf, "Kakak, maafkan aku, maafkan aku!"

"Gelang itu sangat berharga, aku nggak mau kehilangan gelang itu. Aku hanya mau memastikan dengan menggeledah barangmu. Kalau nggak ada padamu, aku akan segera menyuruh mereka melepaskanmu, lalu aku akan minta maaf padamu!"

Sambil berbicara begitu ….

Tangannya jelas meraba ke bagian saku sebelah kananku.

Di hadapan semua orang, dia mengeluarkan gelang dari sakuku!

Semua orang di ruangan itu langsung gempar, mereka semua menatapku dengan tatapan tidak suka.

Yura berpura-pura terkejut.

Yura terhuyung ke belakang, memegang gelang berlian sambil menatapku dengan kecewa.

"Kakak, kenapa kamu tega melakukan ini …."

"Kalau kamu butuh uang, tinggal kasih tahu aku. Kenapa kamu … kamu mencuri barangku?"

Tepat pada saat itu, polisi dan satpam datang.

Bukti sudah kuat, dan disaksikan oleh banyak orang.

Aku melihat ke sekeliling dengan panik, lalu menjelaskan dengan wajah memucat, "Aku bukan pencuri!"

"Benar-benar bukan aku pencurinya, aku juga nggak tahu kenapa gelang itu bisa ada di dalam sakuku!"

Sambil berbicara, aku menarik lengan baju Jason.

Mungkin karena aku sudah tidak berdaya.

Hanya bisa memohon bantuannya.

"Jason, kita sudah berteman sejak kecil, kamu pasti mengenal baik sifatku!"

"Aku benar-benar nggak mencuri gelangnya! Jason, aku mohon, bantulah aku!"

"Aku nggak mencuri! Aku dijebak!"

Air mataku mengalir deras.

Melihat mataku yang sembap karena menangis, perasaan Jason campur aduk.

Jason menyeka air mata di sudut mataku, lalu menjawab dengan dingin, "Nancy, kamu sendiri tahu."

"Aku lebih percaya bukti."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 10

    Kemudian, Theo telah lulus dari TK. Saat naik SD, dia pindah ke SD unggulan pilihan Keluarga Sentanu. Theo bisa beradaptasi lebih cepat daripada yang kuduga, anaknya cerdas dan penurut, perlahan dia juga mulai nyaman dengan kehidupan barunya.Sejak Theo masuk SD, waktuku menjadi lebih longgar.Aku telah mengundurkan diri dari perusahaan lama, lalu kembali memegang kuas gambar, kembali ke bidang yang benar-benar aku minati, yaitu desainer perhiasan.Dimulai dari menerima pesanan sketsa sederhana, lalu menggunakan waktu luang untuk belajar teknik secara sistematis, hingga perlahan mencoba mewujudkan desainku menjadi produk nyata.Prosesnya tidak mudah, tetapi aku telah berusaha memperbesar kapasitasku.Dua tahun berlalu, bukan waktu yang panjang juga bukan waktu yang pendek.Aku menjadi desainer perhiasan terkenal.Dalam dua tahun itu juga, aku bertemu dengan seorang dokter yang lembut dan berpendidikan. Dia tidak punya kekayaan dan kekuasaan sebesar Jason, juga tidak memiliki masa lalu

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 9

    Nyonya Mira menghubungiku.Nada bicaranya hati-hati dan berusaha akrab denganku."Nancy, ini aku ibunya Jason. Mengenai masa lalu kalian, juga ada salahku. Aku mengerti baru sekarang muncul sebagai nenek penyayang memang nggak pantas, tapi aku benar-benar …."Aku menghela napas panjang.Aku sudah tahu alasan dia bersikap seperti ini."Nyonya Mira, Anda nggak perlu seperti ini.""Saya dan Jason sudah sepakat, setiap hari Minggu, dia akan menjemput Theo pulang ke rumah Keluarga Sentanu.""Saya bukan ibu yang suka mengekang, jadi nggak akan menghalangi Theo bertemu dengan ayah dan neneknya. Selama itu memang hak Theo, saya nggak akan merampasnya."Nyonya Mira mengerti.Saat berbicara lagi, ada rasa penyesalan di hatinya."Ternyata dulu aku nggak salah menilaimu.""Kamu memang anak yang pengertian dan bijaksana."Dia seperti memikirkan sesuatu, lalu menyampaikannya dengan hati-hati, "Nancy, lihat, sekarang Theo sudah menemukan ayahnya.""Aku memperhatikan Jason, dia masih menyukaimu. Kalia

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 8

    "Tunggu beberapa hari lagi, biarkan Theo menyelesaikan semester ini dulu, nanti saat masuk SD … baru pindah sekolah."Jason mengangguk, lalu berkata dengan suara berat, "Baiklah, terserah kamu.""Aku akan menyiapkan tim pengawal, kamu tenang saja."...Setelah tamat TK, aku membawa Theo pindah ke apartemen yang disiapkan Jason.Jason memahamiku.Apartemen ini tidak terlalu luas, tetapi cukup untuk kami berdua, desainnya sederhana dan hangat, bahkan dia juga menyiapkan kamar anak dengan perabotan yang ukurannya sesuai dengan tinggi badan Theo.Theo terlihat agak tenang, juga agak tidak tenang melihat rumah barunya.Aku memeluknya, lalu memberitahunya bahwa kami akan memulai petualangan baru, aku akan selalu menemaninya.Dia mungkin belum sepenuhnya mengerti, tetapi dia memelukku, lalu berbisik, "Selama bersama Ibu, Theo nggak takut."Hari-hari berlalu dengan tenang.Aku tetap berangkat ke kantor seperti biasanya, tetapi langsung merasakan suasana di kantor berubah.Supervisor yang dulu

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 7

    Aku benar-benar tertegun, bagaimana Theo bisa mengetahuinya?Theo menyadari keterkejutanku.Dia mengatupkan bibir kecilnya, menundukkan kepala, melihat ujung sepatunya yang sudah memudar warnanya, lalu berkata dengan suara pelan, "Waktu aku masih TK, setiap foto paman ini muncul di berita, Ibu selalu diam-diam menangis.""Aku nggak paham. Jadi, aku tanya … tanya ke teman semejaku, Tari. Orang tua Tari juga berpisah, nggak tinggal bersama lagi. Tari bilang, setiap ibunya melihat foto ayahnya, kadang ibunya sedih, juga kadang menangis."Dia mengangkat kepala, lalu menatapku lagi.Tatapan itu begitu dewasa untuk anak seusia Theo hingga membuat hatiku terenyuh."Jadi, saat itu aku menduga, paman yang ada di berita itu … kemungkinan besar adalah ayah kandungku."Aku menatap Theo, mataku terasa perih karena menahan air mata.Aku menyandarkan wajahku di pundak kecilnya, air mataku langsung menetes."Maafkan Ibu, Theo.""Semua ini salah Ibu, nggak seharusnya Ibu membohongimu bahwa kamu nggak p

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 6

    Jason menatapku lekat-lekat, suaranya menjadi serak."Nancy, selama ini … kenapa kamu nggak memberitahuku?"Aku menatap tatapannya yang tajam, sama sekali tidak menghindar.Kenangan masa lalu muncul kembali. Tatapan matanya yang makin dingin, kekagumannya pada Yura, senyumannya saat memeluk wanita lain di pesta pertunangan, serta diriku yang berjongkok sendirian di lorong rumah sakit sambil memegang hasil USG dengan kebingungan ....Sudut bibirku terangkat sedikit, mungkin aku ingin tersenyum, tetapi tidak bisa.Tetap saja terasa sakit."Memberitahumu apa?""Saat kamu bilang aku terlalu kolot dan membosankan, aku harus memberitahumu bahwa aku sedang mengandung Theo?""Saat kamu merasa Yura adalah gadis yang bisa memberimu semangat, suka tantangan, memberimu pengalaman baru, aku harus memberitahumu bahwa aku sedang muntah-muntah sendirian dan hampir pingsan?"Sambil berbicara, air mataku menetes."Jason, pada saat itu, kamu sangat membenciku.""Kamu merasa aku ini membosankan dan mengek

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 5

    Begitu mendengar namaku, Jason langsung mengangkat kepala, dan bertatapan dengan Nyonya Mira.Dugaan mereka ternyata benar.Karena diliputi kegembiraan, tubuh Nyonya Mira terhuyung dan hampir terjatuh.Ini cucunya!Keturunan Keluarga Sentanu!Anaknya Jason!Lengan Jason yang memeluk Theo gemetar. Keterkejutan, sukacita yang luar biasa, penyesalan, dan berbagai emosi lainnya bercampur menjadi satu.Theo yang berada di pelukannya tidak merasakan gejolak yang dirasakan orang dewasa.Dia meronta dan melepaskan diri dari pelukan Jason.Sekali lagi Theo berlari ke arah Nyonya Mira dengan terhuyung-huyung, lalu memeluk kaki Nyonya Mira dengan erat. Dia mendongakkan wajah kecilnya yang memerah karena menangis, memohon sambil menangis, "Nenek! Huhu .… Aku mohon, selamatkan ibuku!""Ibuku orang baik! Nenek, suruh mereka melepaskan Ibu. Aku mohon, Nek!""Theo hanya punya Ibu!"Melihat tangisan cucunya, hati Nyonya Mira menjadi luluh.Dia segera memeluk Theo, kemudian berkata dengan suara terceka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status