Partager

Bab 2

Auteur: Sahur
Aku menghela napas dengan nada tidak berdaya.

Awalnya aku mencoba menyelinap pergi, tetapi tetap ketahuan.

Aku memaksakan diri mendekat.

"Nona Yura."

Yura menghampiriku, menatapku yang berseragam pelayan dari atas ke bawah.

Dia tersenyum dengan puas dan tidak tulus.

"Ternyata benar kamu?"

"Kenapa kamu jadi pelayan sekarang, bahkan kerja di area luar? Pasti capek, ya?"

Sambil berbicara, Yura hampir menarikku masuk ke dalam ruang pesta, nada suaranya begitu akrab seolah-olah benar-benar peduli padaku.

"Ayo, aku aturkan pekerjaan di dalam ruang pesta, pekerjaan di dalam lebih ringan."

"Siapa tahu, kamu juga bisa ketemu Ayah dan Ibu."

Baru Yura menarikku beberapa langkah, Yura teringat pada Wina dan lainnya yang berdiri di samping.

Raut wajahnya langsung berubah.

"Kalian semua dipecat."

"Cepat pergi! Dasar orang-orang ber*ngsek!"

Wina dan lainnya merasa lemas, hampir jatuh berlutut, bahkan tidak berani mengucapkan kata maaf.

Mereka tidak berani menyalahkan Yura, hanya bisa memelototi punggungku.

Ternyata Yura melakukan seperti yang sudah kuduga sebelumnya.

Begitu masuk ke ruang pesta, Yura pura-pura terkejut, lalu berkata, "Kak Nancy, aku sampai lupa. Untuk pelayan di dalam ruang pesta sudah cukup, yang tersisa hanya pekerjaan membersihkan toilet dan membuang sampah."

"Lihat dirimu …."

Aku tahu Yura sengaja ingin mempermalukanku.

Namun jujur saja, perlakuan seperti ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan tahun-tahun yang sudah kulewati sendirian.

"Baik, akan aku kerjakan." Aku menjawab dengan tegas, lalu mengambil peralatan kebersihan.

Saat aku sedang membersihkan sampah di pojokan, tokoh utama di acara ini, Nyonya Mira, tiba-tiba datang.

Sebelum orang-orang berkerumun dan memberi selamat, terdengar suara teguran tegas dari Nyonya Mira.

"Bagaimana bisa aku berumur panjang?"

"Lihat dirimu, kamu menikahi wanita seperti apa, garis keturunan Keluarga Sentanu putus gara-gara dia!"

Aku mengangkat kepala dan melihatnya.

Sudah lima tahun tidak bertemu, seolah Jason menolak tua, pria itu masih tampan dan memikat seperti dulu.

Hanya saja wajahnya terlihat muram.

Sepertinya kenyataan bahwa dia tidak bisa memiliki keturunan menjadi pukulan berat baginya.

Jason tidak mengatakan apa-apa, sedangkan Yura hanya berkata dengan hati-hati sambil tersenyum.

"Bu, jangan marah, nanti kesehatan Ibu …."

"Jangan panggil aku Ibu!" Nyonya Mira menyela dengan suara keras.

"Aku nggak terima! Kalau bukan gara-gara kamu mengajaknya balapan mobil, mana mungkin Jason mengalami kecelakaan?"

"Keluarga Sentanu punya dosa apa! Anak sebaik Jason, kamu celakai … sampai mengalami kemandulan!"

Sambil berbicara, Nyonya Mira menoleh ke arah orang tua Yura yang terdiam di samping.

"Kalian juga!"

"Putri apaan yang kalian akui ini. Lihatlah sekarang, dia menghancurkan hidup putraku, kalian puas?"

Suara permintaan maaf orang tua Yura terdengar samar.

Namun, Nyonya Mira makin emosi, emosi yang terpendam akhirnya terluapkan.

"Dulu, gadis bernama Nancy yang tinggal di keluarga kalian itu menurutku jauh lebih baik! Anak itu tenang, sopan, dan tahu diri. Kalau bukan karena kebodohan Jason, dia tidak akan menikahi perempuan pembawa sial ini!"

"Aku benar-benar menyesal!"

Wajah Yura makin muram.

Terlebih saat mendengar Nyonya Mira menyebut namaku, rasa benci dan malu terlihat jelas di wajahnya.

Yura langsung menyahut, "Bu, kebetulan sekali."

"Ibu barusan menyebut nama Kak Nancy, kebetulan hari ini aku ketemu Kak Nancy."

Sebelum selesai bicara, Yura langsung menghampiriku.

Tanpa menunggu responsku, aku sudah dibawa ke tengah ruangan.

Cahaya lampu sangat terang, membuat seragam kasarku dan lap setengah basah di tanganku terlihat jelas.

Aku jarang merasakan rasa malu seperti ini, tetapi tetap memaksakan diri untuk menyapa, "Halo, Bibi."

"Halo, Tuan Ardi, Nyonya Dona."

Nyonya Mira menatapku, tatapannya rumit, pujiannya barusan seolah masih tergantung di ujung lidahnya, saat ini dia terlihat canggung.

Tuan Ardi dan Nyonya Dona juga tertegun, mereka tidak menyangka akan bertemu denganku dengan cara seperti ini.

Setelah hening sejenak, entah siapa yang lebih dulu mengeluarkan tawa pelan. Kemudian, para tamu juga mulai tertawa pelan.

"Astaga … benaran dia? Dia mantan pacar Tuan Jason, 'kan?"

"Ckck, bukankah yang dia pakai adalah seragam petugas kebersihan hotel? Lihat lap di tangannya, menjijikkan sekali! Nona Yura masih memanggilnya Kakak? Benar-benar nggak tahu diri. Kalau aku jadi Yura, aku sudah mengusirnya, membawanya ke sini hanya mempermalukan diri sendiri!"

"Katanya dia dapat uang banyak saat putus dengan Tuan Jason, kenapa hidupnya miskin seperti ini? Jangan-jangan uangnya dia pakai untuk memelihara simpanan, ya?"

….

Ketika kata-kata penghinaan mulai bermunculan ….

"Diam!"

Aku tidak menyangka Jason datang membelaku.

Dengan ekspresi datar, pria itu melihat ke sekeliling, membuat semua tamu terdiam.

Jason kembali menoleh ke arahku, lalu berkata dengan nada sangat lembut, seolah dia iba padaku, "Nancy, kamu bekerja jadi petugas kebersihan di sini?"

"Waktu kita putus, bukankah aku sudah memberimu uang banyak?"

Uang?

Aku mengangkat kepala, lalu menatapnya dengan wajah kebingungan.

Selama ini, aku tidak menerima uang sepeser pun darinya.

Setelah melahirkan Theo, aku bahkan tidak punya uang untuk menyewa rumah. Bahkan sebelum masa nifas selesai, aku harus kerja serabutan.

Aku membuka mulut, lalu bertanya dengan suara pelan, "Uang apa …."

Kata-kataku terdengar pelan, tetapi dia seolah tersambar petir.

Mata Jason terbelalak, ekspresi terkejutnya terlihat sangat jelas.

Pandangannya langsung tertuju ke Yura yang berada di sampingnya.

"Yura, uangnya ke mana?"

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 10

    Kemudian, Theo telah lulus dari TK. Saat naik SD, dia pindah ke SD unggulan pilihan Keluarga Sentanu. Theo bisa beradaptasi lebih cepat daripada yang kuduga, anaknya cerdas dan penurut, perlahan dia juga mulai nyaman dengan kehidupan barunya.Sejak Theo masuk SD, waktuku menjadi lebih longgar.Aku telah mengundurkan diri dari perusahaan lama, lalu kembali memegang kuas gambar, kembali ke bidang yang benar-benar aku minati, yaitu desainer perhiasan.Dimulai dari menerima pesanan sketsa sederhana, lalu menggunakan waktu luang untuk belajar teknik secara sistematis, hingga perlahan mencoba mewujudkan desainku menjadi produk nyata.Prosesnya tidak mudah, tetapi aku telah berusaha memperbesar kapasitasku.Dua tahun berlalu, bukan waktu yang panjang juga bukan waktu yang pendek.Aku menjadi desainer perhiasan terkenal.Dalam dua tahun itu juga, aku bertemu dengan seorang dokter yang lembut dan berpendidikan. Dia tidak punya kekayaan dan kekuasaan sebesar Jason, juga tidak memiliki masa lalu

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 9

    Nyonya Mira menghubungiku.Nada bicaranya hati-hati dan berusaha akrab denganku."Nancy, ini aku ibunya Jason. Mengenai masa lalu kalian, juga ada salahku. Aku mengerti baru sekarang muncul sebagai nenek penyayang memang nggak pantas, tapi aku benar-benar …."Aku menghela napas panjang.Aku sudah tahu alasan dia bersikap seperti ini."Nyonya Mira, Anda nggak perlu seperti ini.""Saya dan Jason sudah sepakat, setiap hari Minggu, dia akan menjemput Theo pulang ke rumah Keluarga Sentanu.""Saya bukan ibu yang suka mengekang, jadi nggak akan menghalangi Theo bertemu dengan ayah dan neneknya. Selama itu memang hak Theo, saya nggak akan merampasnya."Nyonya Mira mengerti.Saat berbicara lagi, ada rasa penyesalan di hatinya."Ternyata dulu aku nggak salah menilaimu.""Kamu memang anak yang pengertian dan bijaksana."Dia seperti memikirkan sesuatu, lalu menyampaikannya dengan hati-hati, "Nancy, lihat, sekarang Theo sudah menemukan ayahnya.""Aku memperhatikan Jason, dia masih menyukaimu. Kalia

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 8

    "Tunggu beberapa hari lagi, biarkan Theo menyelesaikan semester ini dulu, nanti saat masuk SD … baru pindah sekolah."Jason mengangguk, lalu berkata dengan suara berat, "Baiklah, terserah kamu.""Aku akan menyiapkan tim pengawal, kamu tenang saja."...Setelah tamat TK, aku membawa Theo pindah ke apartemen yang disiapkan Jason.Jason memahamiku.Apartemen ini tidak terlalu luas, tetapi cukup untuk kami berdua, desainnya sederhana dan hangat, bahkan dia juga menyiapkan kamar anak dengan perabotan yang ukurannya sesuai dengan tinggi badan Theo.Theo terlihat agak tenang, juga agak tidak tenang melihat rumah barunya.Aku memeluknya, lalu memberitahunya bahwa kami akan memulai petualangan baru, aku akan selalu menemaninya.Dia mungkin belum sepenuhnya mengerti, tetapi dia memelukku, lalu berbisik, "Selama bersama Ibu, Theo nggak takut."Hari-hari berlalu dengan tenang.Aku tetap berangkat ke kantor seperti biasanya, tetapi langsung merasakan suasana di kantor berubah.Supervisor yang dulu

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 7

    Aku benar-benar tertegun, bagaimana Theo bisa mengetahuinya?Theo menyadari keterkejutanku.Dia mengatupkan bibir kecilnya, menundukkan kepala, melihat ujung sepatunya yang sudah memudar warnanya, lalu berkata dengan suara pelan, "Waktu aku masih TK, setiap foto paman ini muncul di berita, Ibu selalu diam-diam menangis.""Aku nggak paham. Jadi, aku tanya … tanya ke teman semejaku, Tari. Orang tua Tari juga berpisah, nggak tinggal bersama lagi. Tari bilang, setiap ibunya melihat foto ayahnya, kadang ibunya sedih, juga kadang menangis."Dia mengangkat kepala, lalu menatapku lagi.Tatapan itu begitu dewasa untuk anak seusia Theo hingga membuat hatiku terenyuh."Jadi, saat itu aku menduga, paman yang ada di berita itu … kemungkinan besar adalah ayah kandungku."Aku menatap Theo, mataku terasa perih karena menahan air mata.Aku menyandarkan wajahku di pundak kecilnya, air mataku langsung menetes."Maafkan Ibu, Theo.""Semua ini salah Ibu, nggak seharusnya Ibu membohongimu bahwa kamu nggak p

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 6

    Jason menatapku lekat-lekat, suaranya menjadi serak."Nancy, selama ini … kenapa kamu nggak memberitahuku?"Aku menatap tatapannya yang tajam, sama sekali tidak menghindar.Kenangan masa lalu muncul kembali. Tatapan matanya yang makin dingin, kekagumannya pada Yura, senyumannya saat memeluk wanita lain di pesta pertunangan, serta diriku yang berjongkok sendirian di lorong rumah sakit sambil memegang hasil USG dengan kebingungan ....Sudut bibirku terangkat sedikit, mungkin aku ingin tersenyum, tetapi tidak bisa.Tetap saja terasa sakit."Memberitahumu apa?""Saat kamu bilang aku terlalu kolot dan membosankan, aku harus memberitahumu bahwa aku sedang mengandung Theo?""Saat kamu merasa Yura adalah gadis yang bisa memberimu semangat, suka tantangan, memberimu pengalaman baru, aku harus memberitahumu bahwa aku sedang muntah-muntah sendirian dan hampir pingsan?"Sambil berbicara, air mataku menetes."Jason, pada saat itu, kamu sangat membenciku.""Kamu merasa aku ini membosankan dan mengek

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 5

    Begitu mendengar namaku, Jason langsung mengangkat kepala, dan bertatapan dengan Nyonya Mira.Dugaan mereka ternyata benar.Karena diliputi kegembiraan, tubuh Nyonya Mira terhuyung dan hampir terjatuh.Ini cucunya!Keturunan Keluarga Sentanu!Anaknya Jason!Lengan Jason yang memeluk Theo gemetar. Keterkejutan, sukacita yang luar biasa, penyesalan, dan berbagai emosi lainnya bercampur menjadi satu.Theo yang berada di pelukannya tidak merasakan gejolak yang dirasakan orang dewasa.Dia meronta dan melepaskan diri dari pelukan Jason.Sekali lagi Theo berlari ke arah Nyonya Mira dengan terhuyung-huyung, lalu memeluk kaki Nyonya Mira dengan erat. Dia mendongakkan wajah kecilnya yang memerah karena menangis, memohon sambil menangis, "Nenek! Huhu .… Aku mohon, selamatkan ibuku!""Ibuku orang baik! Nenek, suruh mereka melepaskan Ibu. Aku mohon, Nek!""Theo hanya punya Ibu!"Melihat tangisan cucunya, hati Nyonya Mira menjadi luluh.Dia segera memeluk Theo, kemudian berkata dengan suara terceka

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status