Sekar memutar bola matanya kesal saat mendengar nama Rino dipertanyakan oleh Raka. Gadis itu langsung menarik tangan Vero ke arah taman kecil di belakang rumah. “Loh, kok marah?” Raka bingung dengan sikap Sekar yang cuek sekali. “Biasa lah, Suhu, si Boss Rino sekarang kan lagi pergi sama permaisuri Luna, jadi Sekar itu ngambek.” Sudar berbisik di samping Raka. “Ooo ….” Raka paham sudah. “Ya gimana lagi dua gadis itu sifatnya beda. Si Sekar tegas, no plin plan, bisa jadi pemimpin, kelihatannya kasar, tapi dia kayak ibu buat kita semua, jago masak lagi. Sedangkan si Luna itu, lembut, sexy, cantik, pokok kayak putri, rapuh dan butuh perlindungan, tapi gak kalah jago masak juga. Jadi ….” Sudar menatap Sekar dari kejauhan sambil menghela napas.Raka pun ikut ke arah pandang Sudar. Dia bisa melihat semua yang digambarkan oleh Sudar tentang si Sekar memang apa adanya. Melihat Vero di sisi gadis itu pun, mereka berdua tampak serupa dalam kar
Magbasa pa