“Ajeng ….” Bu Lastri langsung memeluk keponakan jauhnya itu dan menyembunyikan gadis tersebut di belakang punggungnya. “Ngapain kamu kemari, Nak.” “Ajeng denger kalau Bulik dan Pak lik ada masalah, jadi cepet-cepet kemari,” ujar gadis itu dengan tulus. “Waduh, Ndukkk … ini bahaya, cepat masuk ke dalam dan kunci pintu,” bisik Bu Lastri khawatir.Persis seperti dugaan Bu Lastri. Tukang kreditur itu mulai mengincar ke arah Ajeng. Gadis berkulit kuning langsat dan cantik itu mulai menarik perhatian mereka.“Bu Lastri, anak boss saja masih bujang. Jadi … kalau mau dibayar dengan anak ini ya aku bisa ajukan.” Tukang kredit itu mendekati Ajeng dan Bu Lastri. “Jangan macam-macam!” Lastri segera saja pasang badan melindungi Ajeng. “Kalian siapa, boss kalian siapa, aku gak mau dijodoh-jodohin!” sahut Ajeng dengan sikap takut-takut, tapi lantang.“Kamu kalau ketemu anak bossku pasti naksir.” Tukang kredit itu tertawa keras.
Read more