Raka baru saja keluar dari ruangan Tante Nilam. Pemilik klinik terapi itu baru saja memintanya untuk melakukan terapi untuk pundak dan lehernya yang kaku. Dinda sudah menyambutnya dengan nada ketus, khas setiap kali Raka harus menerima klien yang diduga kekasih olehnya. “Dia nggak mau dilayani Calvin,” ketusnya, “gila deh, kamu. Masa macarin cewek yang pantasnya jadi ibu kamu.” Raka tertawa geli melihat tingkah Dinda yang lebih mirip istri yang lagi cemburu itu. “Siapa? Tante Nilam?” tanya Raka yang tak langsung memahami arah pembicaraan Dinda.Dinda mengerucutkan bibirnya. “Dih, Tante Nilam mana mau sama kamu. Tuh … tante Fely, kekasihmu.” Raka mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia baru menyadari bahwa wanita yang membuat Dinda kesal adalah pemilik kos lamanya.“Ooh …” Dinda menirukan Raka mengangguk-anggukkan kepala dengan sebal. “Udah sana, dia nunggu di room satu.”“Adinda … dia itu cuma mantan,” goda Raka
Read more