Ratih dengan percaya diri berjalan ke arah tangga menuju ke lantai atas, di mana kamar Raka berada. Namun, sebelum gadis itu mencapai anak tangga terakhir, Vero memanggilnya. “Ratih, kamar Raka bukan di atas, tetapi di lantai ini.” Vero menunjuk ke arah kamar yang tadi sudah dibersihkan oleh Ratih.“Loh, bukan yang di atas?” Dia menunjuk ke lantai dua. “Bukan. Bukan!” Raka menggoyangkan tangannya. “Itu kamar punya majikanku.” “Majikan?” Ratih jadi bingung, kenapa ada majikannya majikan. Apa Raka bukan pemilik rumah ini, lalu teman Nona Vero itu apa juga pelayan seperti dirinya?“Sudah ndak usah nanya-nanya. Kamu gak usah sibuk sama lantai atas, biar dia sendiri yang mengerjakan. Males lama-lama dia kalau kamu bantu semua.” Ucapan Vero membuat Ratih langsung turun seketika.“Mas Raka, bukan gak mau bantu, tapi sama Non Vero ngak boleh.” Ratih tersenyum manis dengan mata yang mengerjap beberapa kali.“Ya ya, ga pa pa.”
Read more