Suasana di ruang tamu mess Agensi Sentosa mendadak hening. Gufron yang tertunduk lesu di sudut ruangan perlahan mengangkat wajahnya, menatap Raka dengan mata yang basah oleh air mata penyesalan. Tanpa diduga, Gufron langsung melangkah ke tengah ruangan dan berlutut di hadapan Raka."Mas Raka ... saya bodoh, Mas …," suara Gufron tercekat, isakannya lolos begitu saja. "Saya benar-benar minta maaf. Saya termakan tipu daya perempuan itu sampai mengorbankan agensi kita. Kalau Mas Raka mau memecat saya secara tidak hormat, saya ikhlas."Raka menatap Gufron sejenak, lalu mengisyaratkan dengan tangannya agar pria itu berdiri. "Bangun, Gufron. Menyesal itu bagus, tapi penyesalan tanpa perbaikan tidak ada artinya. Kesalahanmu sudah dibayar lunas dengan skorsing. Sekarang, kalau kamu benar-benar ingin menebus kesalahanmu pada Agensi Sentosa, dengar baik-baik apa yang akan kita lakukan."Mendengar kata-kata Raka, Gufron mengangguk cepat dan menyeka air matanya, lalu b
Read more