Raka berjalan ke arah meja prasmanan dan mengambil dua potong tahu isi yang menul-menul. Dia menggigit tahu goreng itu beserta cabenya. Saat membalikan tubuh, ternyata para pria itu masih menunggu jawaban darinya.“Ga ada apa-apa,” sahut Raka santai malas bergosip.“Ardy bukannya ngamuk sama kamu dan kabarnya di skors tante Nilam?” Calvin mendekati Raka dan mengulik informasi.Raka menoleh, dijawab salah tidak dijawab juga salah. Membela diri ataupun tidak, sama saja bakal digosipkan. Dia jadi heran, kenapa mulut pria di tempat ini seperti ibu-ibu arisan.“Itu kalian tahu sendiri,” sahut Raka santai.“Wah, kamu hebat ya bisa buat senior kalah sama kamu,” suara Calvin terdengar memuji, tetapi ada nada memojokkan dibalik ucapannya.“Jangan begitu, aku masih harus belajar banyak dari kalian semua. Kita ini sama-sama kerja di tempat ini dengan pelanggan yang disediakan oleh tante Nilam.” Raka berusaha untuk memberi pengertian.
続きを読む