Setidaknya Jameka tahu dari mana sifat supel dan slengean Tito berasal. Sumbernya kini ada di hadapannya. Lagi-lagi Jameka tersenyum sendiri akibat pemikiran tersebut. “Soalnya gini, Nak Jameka. Tito ini galau banget kapan hari. Terus Om kasih wejangan.” Soka Alvarez lantas menceritakan wejangan—yang pernah diberikannya pada Tito—kepada Jameka. Setelahnya, ia bertanya, “Jadi, gimana? Kalian gimana berjodohnya?” “Yah, Tito malu banget, sumpah. Tapi kalau sebegitu penasaran, biar Tito jelasin. Kami jadian setelah putus dari pacar masing-masing. Jadi, nggak usah khawatir, Yah,” tukas Tito yang telah mewakili Jameka. Melihat Jameka mengangguk-angguk, Soka kembali menimpali, “Kalau gitu bagus, dong? Iya, kan, Nak Jameka?” “Iya, Om,” jawab Jameka. Lagi-lagi tersenyum sembari mengangguk-angguk. Mereka kemudian mengobrol ngalor-ngidul. Terutama membahas kesibukan masing-masing; Jameka dengan Heratl dan Soka dengan kehidupannya di penjara. Sedangkan Tito tidak menceritakan kesibukann
اقرأ المزيد