“Makasih, ambil aja kembaliannya, Pak,” pungkas Jameka kepada sopir taksi daring yang telah mengantarnya ke rumah sakit tempat Carissa dirawat. Sopir tersebut kembali berterima kasih. Setelah ia dan Fifian turun, mobil itu segera pergi. Meski sudah diberitahu Lih perihal letak kamar inap Carissa, tetapi Jameka dan Fifian tetap pergi ke resepsionis dulu untuk menanyakan kepastiannya. Setelah mendapatkan informasi lengkap dengan petunjuk jalan, termasuk akses lift, mereka ke sana. “Saya juga baru tahu jam sepuluh tadi, Bu. Untungnya ada Pak Tito yang langsung gercep bawa Carissa ke rumah sakit ditemenin Pak Lih. Waktu kami teleponan tadi, kata Carissa, Pak Tito yang ngabarin keluarganya, beliin tiket pesawatnya ke sini, pokoknya semuanya yang ngurus itu Pak Tito. Bener-bener beruntung Carissa dapet pacar kayak Pak Tito,” cerita Fifian ketika mereka di dalam lift. Hati Jameka makin tidak karuan. Ingin sekali ia menjejali mulut sahabat Carissa ini menggunakan buket bunga di tangannya
اقرأ المزيد