Brak!"Ridhika!" "Hah? Hah?!""Ridhika, ayo kita pergi dari sini!""Bagastya, Adishra! Keluarkan Adishra!"Bagastya secara paksa mengangkat tubuh Ridhika. Entah mengapa gadis itu terus memberontak, padahal bahunya sempat terkena robohan atap dan pasti terluka setidaknya sedikit.Memikirkannya saja sudah membuat Bagastya pening. Bekas luka Ridhika dari kecelakaan sebelumnya saja masih belum sepenuhnya mengelupas, di beberapa bagian tubuhnya bahkan masih terlihat ruam samar dari keracunan dulu, tetapi sekarang sudah muncul luka baru! Namun, alih-alih peduli dengan itu semua, Bagastya malah menyaksikan betapa keras kepalanya Ridhika ingin melompat menembus api untuk menyelamatkan Adishra."Bagastya, bawa Adishra juga!""Tenang, Ridhika! Kau tidak lihat sudah ada pengawas yang menanganinya?! Ayo, kita keluar!"Bagastya menggendong tubuh Ridhika, kali ini dengan tenaga yang lebih kuat, sehingga gadis itu tidak memiliki ruang untuk menolaknya. Tanpa buang waktu sedikit pun, dia berlari me
Leer más