"Bagi protagonis wanita berkepribadian kuat, selama mereka bukan pihak yang memulai tindakan salah, maka perilakunya masih bisa ditelorensi. Membalas dendam, menginjak balik orang lain, semua ini masih diperbolehkan, asalkan sepadan dengan kejahatan yang dialaminya dan tidak lebih," jelas Ibu Binar sambil berkeliling kelas dengan buku teks pelajaran di tangannya. "Sedangkan, bagi protagonis wanita dengan kepribadian lembut, umumnya tindak kebaikan hatinya disarankan tidak berbatas. Kecuali, apabila sifat lembutnya itu hanyalah fasad yang digunakan untuk melindungi diri sendiri, maka batas kebaikannya disamakan dengan protagonis wanita kuat. Yakni, selama tidak melebihi tindak kejahatan yang diterimanya."Ridhika menyimak dengan sangat serius. Matanya hanya tertuju pada Ibu Binar, bahkan tubuhnya nyaris tidak bergerak. Satu-satunya hal yang kadang kala mampu merusak fokusnya hanyalah suara guntur yang saling bersahutan di luar.Pada saat, dia menoleh ke jendela yang sebagian besar men
Read more