"Kenapa? Kau takut dikhianati?"Seolah memiliki kekuatan supranatural, mudah saja bagi Bagastya untuk menebak apa yang sedang berkecamuk di dalam kepala Ridhika. Di sisi lain, gadis itu pun sama sekali tidak kaget. Katakanlah, dia sudah terbiasa dengan kemampuan pria itu membaca dirinya. Sisi baiknya adalah dia tidak lagi perlu menyampaikannya keras-keras. Sedangkan, sisi lainnya adalah keadaan yang langsung berubah canggung setelah itu.Akan tetapi, sepertinya kecanggungan ini pun hanyalah sesuatu yang dilebih-lebihkan oleh pikiran Ridhika. Sebab, Bagastya sama sekali tidak merasakannya. Alih-alih diam seribu bahasa seperti gadis itu, dia justru sekali lagi mengatakan sesuatu yang kemudian mengubah kebingungan Ridhika menjadi satu jawaban yang jelas."Kau kan juga tahu identitas asliku. Pernah datang ke rumahku, bahkan melihat keluargaku, meskipun hanya melalui foto. Kalau menurutmu, aku seperti akan berkhianat di tengah jalan, kau bisa membocorkan itu semua kepada seluruh penghuni
Leer más