Maserati Quattroporte milik Teja meluncur mulus menembus pelataran kediaman mewah keluarga Yulio. Suasana di halaman rumah bergaya modern tersebut tampak masih tenang, menandakan bahwa Yulio belum kembali dari aktivitas kantornya. Sedan sport hitam itu berhenti tenang di dekat undakan teras utama.Sebelum Susan membuka pintu mobil, Teja merengkuh tengkuk gadis berambut keriting itu. Pagutan bibir yang panas dan liar kembali meledak di dalam ruang kendaraan mewah tersebut. Lumatan-lumatan buas dari Teja menyerap sisa-sisa hembusan napas Susan, membuat gadis imut bergaun kulit ketat itu mendesah pasrah dengan mata terpejam erat. Ketika pagutan dilepaskan, Susan menatap prianya dengan pandangan mata yang redup bercampur rasa sayang yang teramat dalam."Aku pergi dulu ya, San," ucap Teja rendah sembari mengelus pelan pipi mulus wanitanya."Hati-hati di jalan, Daddy... Kasih tahu aku kalau mau datang lagi ya," bisik Susan manja sebelum akhirnya melangkah keluar dari mobil dan membiark
Magbasa pa