Teja melangkah maju beberapa hasta, menggeser posisinya untuk melindungi Linda, Panda, dan Sari Okta di belakang punggung tegapnya. Pria berambut panjang ala dreadlock itu memasang kuda-kuda kokoh tatkala lipan raksasa berukuran sebesar tubuh manusia itu meliuk penuh ancaman di atas celah cadas.Teja melesat cepat, melayangkan satu sabetan belati baja kerasnya tepat ke arah segmen tubuh bagian depan sang monster. Namun, bukannya menembus daging, bilah tajam itu justru memercikkan bunga api saat menghantam cangkang luar lipan tersebut. Kulit berlapis-lapis milik monster melata itu begitu keras dan tebal, memancarkan kilau keabu-abuan dengan kerapatan sel yang tak ubahnya lembaran seng tempaan.Lipan itu mendesis nyaring, mengatupkan sepasang capit besarnya yang meneteskan lendir beracun.Monster itu memiliki kecerdikan bertarung yang teramat culas. Meskipun bagian kepalanya terus berhadapan dan menahan gempuran Teja dari depan, tubuh panjangnya yang meliuk fleksibel secara acak mel
Ler mais