"Percayakan sama aku, Pak Jim," ucap Teja tenang diikuti tatapan penuh ketegasan.Pria berambut panjang ala dreadlock itu melangkah mendekati Jim, menepuk pelan bahu pria paruh baya yang masih berdiri kaku di dekat meja kerjanya. Mata Teja yang tenang dan tajam seolah menyalurkan kedamaian jiwa yang mendalam, memupuskan rasa ketakutan yang sempat disebarkan oleh Johar beberapa saat lalu.Mendengar keyakinan Teja, Jim mulai berkurang rasa paniknya.Jim menghembuskan napas panjang, menyapu peluh dingin yang sempat membasahi dahinya. Ia menyadari betul bahwa pemuda di hadapannya ini bukanlah sosok yang suka berbohong atau mengumbar janji kosong. Keajaiban-keajaiban yang pernah Teja tunjukkan, mulai dari menyembuhkan penyakit kronisnya hingga melumpuhkan petarung sekelas Beno, menjadi bukti nyata betapa luar biasanya potensi yang dimiliki oleh pemuda tersebut."Tapi aku mau minta tolong sama Pak Jim," pangkas Teja memecah keheningan ruangan.Jim dengan cepat menegakkan posisi berdiriny
Read more