Yuni berjalan di menuju kamarnya dengan cepat. Di belakang, Rayyan mengikuti dengan pikiran yang kembali dilanda kekhawatiran dan ketakutan. "Apa yang akan dia lakukan padaku?"Keduanya menaiki tangga menuju lantai dua, berjalan di lorong panjang hingga sampai di kamar milik Yuni. Pintu kamarnya berwarna ungu —warna yang berbeda dengan kebanyakan ruangan yang berwarna dasar kuning. Yuni membuka pintu lalu masuk. Kali ini Rayyan tidak mengekor, ia takut kalau menimbulkan kesalahpahaman dengan ikut masuk.Namun ucapan Yuni membuatnya terkejut. "Ayo masuk,""Eh?"Rayyan mengernyitkan dahi. Yuni memiringkan kepala. "Apa yang kamu lakukan? Ayo masuk sini." "Ah, anu.. Tapi bukannya nanti bakal menim—""Masuk atau rahasiamu bocor." potong Yuni cepat. "Uh, baik, baik." Rayyan segera ikut masuk ke dalam.Yuni menutup pintu. Di dalam, Rayyan terus menundukkan kepala. Ia khawatir kalau melihat apapun di kamar Yuni akan membuat wanita itu marah padanya. Sementara itu, Yuni dengan san
Read more