Selena berusaha sekuat tenaga memalingkan wajah, merapatkan bibir rapat-rapat saat sendok berisi sup krim jagung kembali disodorkan Lucien. Namun usahanya sia-sia. Rasa perih hebat tiba-tiba kembali menghantam lambungnya, membuat seluruh tubuhnya seketika lemas tak bertenaga.Di sisi lain, kesabaran Lucien tampaknya sudah habis. Napasnya terdengar berat dan pelipisnya kian basah oleh keringat dingin. Memanfaatkan kelengahan Selena yang tengah menahan sakit, Lucien dengan cepat menyuapkan sup hangat itu ke dalam mulutnya."Telan, Selena. Jangan coba-coba kau muntahkan," ujar Lucien rendah, suaranya bergetar menahan perih.Karena tak bisa mengelak, Selena terpaksa menelan sup tersebut. Begitu cairan hangat itu turun ke lambungnya yang kosong sejak semalam, efeknya langsung terasa. Rasa perih yang menusuk perlahan mereda. Kram yang menyiksa perlahan menghilang, digantikan kehangatan yang nyaman di perutnya. Tubuh Selena yang semula tegang pun mulai rileks.Sementara itu, di Aula Utama Ka
Read more