Tok.. Tok.. Tok..Ketukan beruntun di pintu kayu kamarnya memaksa kesadaran Selena kembali. Ia mengerang pelan, mengerjapkan mata yang terasa berat setelah semalaman dihantui berbagai teori tentang dunia novel fiksi ini."Nona Selena? Anda sudah bangun?" Suara Martha terdengar dari balik pintu.Selena menghela napas, lalu mengubah posisinya menjadi duduk di atas kasur yang terletak di lantai. Ia merapikan gaun tidurnya sejenak sebelum menyahut, "Ya, Martha. Masuk saja."Pintu terbuka, memperlihatkan Martha yang datang bersama dua pelayan kastil lainnya. Mereka membawa nampan berisi perlengkapan mandi, handuk bersih, serta sehelai gaun baru yang tampak elegan. "Selamat pagi, Nona. Kami datang untuk membantu Anda bersiap dan merapikan kamar," ucap Martha ramah, memberikan kain bersih kepada Selena."Terima kasih, Martha. Aku akan mandi sekarang," ujar Selena. Ia segera bangkit dan melangkah menuju kamar mandi dalam.Sekitar dua puluh menit kemudian, Selena keluar dengan tubuh yang jauh
Read more