"Tetap menunduk, Selena. Ikuti langkahku," bisik Kael pelan. Tangannya memegang siku Selena, membimbingnya berjalan di sepanjang dinding aula yang tertutup tirai beludru besar.Selena merapatkan jubah tipis yang menutupi gaunnya. Kunci Perak di balik lipatan gaun terus bergetar semakin kuat, seolah tahu mereka sedang menuju tempat yang seharusnya."Kael..." bisik Selena pelan. "Penjaga di dekat pintu samping itu... mereka melihat ke arah kita." Ia sempat melirik dua prajurit berbaju zirah perak yang mulai memperhatikan mereka."Jangan tatap mata mereka, terus berjalan" jawab Kael tenang.Saat mereka tinggal beberapa langkah lagi dari pintu keluar darurat di sudut aula, Rowan tiba-tiba muncul dari balik sebuah pilar batu. Tanpa ragu, ia menyenggol seorang pelayan yang sedang membawa nampan berisi gelas. Semua gelas jatuh ke lantai marmer dan pecah berantakan. Prang!Suara keras itu langsung menarik perhatian para penjaga."Hei! Apa yang kau lakukan? Jalannya luas begini kenapa bisa me
Read more