Bejo menatap heran mobil yang ada di parkiran toko roti milik Mila. Namun pikirannya, wajar saja kalau Bu Keysa mampir. Mungkin mau beli roti. Tidak expect kalau ternyata Bejo menemukan wanita itu tengah duduk bersama dengan Mila di salah satu meja. "Anjir! Perasaan gue nggak enak." Bagaimana tidak, jika dia tau semua masalah yang kedua wanita itu hadapi. Bejo tidak bertanya dan tidak mengatakan apa-apa. Dia memperhatikan dengan sangat teliti tanpa menyapa kedua wanita yang ada di hadapannya saat ini. "Mbak, saya minta maaf kalau kedatangan saya membuat anda menangis. Saya juga sakit hati. Jika Mas Saka bisa adil, saya tidak akan meminta apapun pada Mbak. Apalagi datang untuk membongkar rahasia ini." Mila menunduk dengan tubuh gemetar. Bukan hanya hancur ini namanya tetapi hatinya remuk, halus, seperti bubuk. Sungguh ini sakit yang tidak bisa dia utarakan lagi. Katanya cinta, katanya sayang, katanya cinta, kenapa malah begini kelakuannya? "Ya Tuhan... Kenapa begitu sa
Ler mais