"Jadi kamu dikasih dada sama dia, Jo? Kamu bilang nggak, tapi dia ngomong sendiri sampai minta maaf. Kamu juga ditawarkan tubuhnya. Begitu caramu, Jo?" "Nyonya, ada yang terbuka, ikut mangap, tapi bukan mulut," katanya seraya melirik milik Mila yang terbuka bersamaan dengan kaki Mila yang terangkat dan singgah di atas pundaknya. "Jangan mengalihkan pembicaraan, Jo! Pembahasan kita itu Keysa! Kamu mau menjadi laki-laki bayaran untuknya?" desak Mila benar-benar tak terima. "Hah? Nggak! Nggak dong, Nyonya. Aman! Tenang saja! Si Juki betahnya sama Nyonya doang," jawabnya meyakinkan. "Tapi kamu sudah mangku dia, Jo! Kamu sudah melihat dadanya. Besar? Suka? Kamu sesap? Kamu susui, Jo?" cecar Mila dan Bejo menelan kasar salivanya mendengar semua pertanyaan Mila. Ngegas banget pokonya majikannya ini. Gemas pengen gigit tuh bibir tetapi Bejo mendadak kaku dibuatnya. "Sedikit, Nyonya. Besar tapi nggak saya sesap. Beneran, Nyonya! Aman sekali pokoknya," jawab Bejo dan Mila mengg
Read more