"Ayah makan dulu ya." Bejo melirik Mila yang begitu sangat perhatian sekali pada sang Ayah. Kasih sayangnya begitu terlihat nyata. Bejo menghela nafas berat setelah melihat itu. Dia tidak mengganggu. Bejo akan fokus pada tugasnya. Bejo juga tidak banyak bicara. Dia gan itu hening hanya ada suara Mila yang saja yang sesekali bising mengajak sang ayah bicara. [Jo, aku tau kamu pasti sedang bersama Ayah. Dimana Ayah, Jo?] Kedua alis Bejo menukik melihat pesan masuk dari Mala. Entah mendapatkan nomornya dari mana tetapi Bejo yakin itu Mala. Ayah yang dimaksud adalah Ayahnya Mila. Itu artinya Ayahnya Mala juga. "Meneketehe!" Sontak Mila menoleh padanya. Wanita memandang penuh tanya. Bejo tidak hanya melihat Mila tetapi juga melihat ayahnya Mila yang juga memandangnya dengan tatapan datar. "Jo!" "Iya, Nyonya. Ada yang bisa saya bantu?" "Nggak, itu tadi saya mendengar kamu bicara sesuatu tapi nggak jelas suaranya. Kamu bicara apa, Jo?" "Oh itu ... Nggak penting, N
Ler mais