"Aku akan berikan asal kamu mau membuka kaki untukku malam ini, Sayang." Mila tersenyum miris mendengar itu kemudian menggelengkan kepala. "Bukan aku tidak mau, Mas. Aku harus menunggu Ayah. Bagaimana kalau diganti dengan aturan yang lain?" tanya Mila dan Saka menggelengkan kepala. "Tidak bisa, Sayang! Kamu tentu paham apa yang aku mau. Apa yang aku inginkan. Sejak awal hanya satu itu. Aku akan berikan apapun yang kamu minta asal kamu mau memberikan kepuasan untukku." "Baik, Mas." Saka menyeringai mendengar jawaban dari Mila. Tangan Saka terangkat mengusap pipi Mila dan memandang dengan kedua mata berbinar. Saka sangat bahagia. Tentu saja! Inginnya bisa terpenuhi itu membuat Saka seperti di atas awan. "Tapi tidak sekarang, Mas." "Kapan, Sayang?" "Apa yang akan kamu berikan padaku, Mas?" tanya Mila memastikan dulu apa yang Saka akan berikan. Satu kali membuka kaki, sudah pasti akan ada kedua, ketiga dan keempat atau selanjutnya yang tak mungkin bisa Mila hindari
Magbasa pa