"Anjirlah! Pisang Ambon loe bisa berdiri begitu, kalau gue udah kayak nggak dikasih air setahun, lemes." Otak Bejo begitu sangat berisik sekali saat melihat bentukan yang menonjol di balik celana Saka. Bukan apa, hal itu tentu saja sangat menggelikan baginya. Bejo bergerak mendekati telinga Mila yang terlihat tak kuasa menyikapi ini semua. Kedua tangan Mila masih terkepal kuat, kedua mata memerah dan nafas mulai tak beraturan. Antara mau tapi merasa terhina. Mungkin itu yang Mila rasakan saat ini. "Tarik nafas, Nyonya! Ingat, ini tidak akan berlanjut," bisiknya kemudian menarik diri dan menoleh pada Saka. "Sudah Tuan, seperti itu caranya. Saya harap Tuan mengerti." Bejo melepaskan dada Mila yang begitu sangat menggoda tetapi sebisa mungkin dia untuk menahan. Dia melihat wajah Mila sudah memerah. Memang remasan ini bukan remasan sembarangan tetapi remasan yang sangat melenakan. Mila hampir-hampir lupa jika sedang dipermainkan. Kedua mata Mila sudah sayu-sayu meminta un
Read more