Allea melihat jam. Waktu sudah hampir pukul 10 malam. Dia harus pergi.Dia harus kembali ke vila, melakukan persiapan terakhir untuk presentasi besok, lalu tidur nyenyak.Dengan gerakan pelan, Allea merapikan laptopnya, memasukkannya ke tas, lalu berdiri. Hampir bersamaan saat dia berdiri, orang di ranjang rumah sakit membuka matanya."Mau pulang?" Suara Rayford masih sedikit serak karena baru bangun tidur, sementara pandangannya tertuju pada Allea.Allea mengangkat tas, lalu mengangguk. "Ya. Besok pagi aku harus presentasi, jadi aku ingin istirahat lebih awal. Kamu juga sebaiknya cepat istirahat."Rayford menatapnya, seolah ingin mengatakan sesuatu. Namun, akhirnya dia mengurungkan niat. Hanya saja, pandangannya tetap tertuju pada Allea tanpa berpaling.Allea berjalan ke pintu. Tangannya sudah menyentuh gagang pintu. Ketika menoleh ke belakang, dia melihat Rayford masih menatapnya.Wajah pria itu pucat. Dia berbaring sendirian di kamar rumah sakit di negeri asing. Entah kenapa, pemand
Read more