Rayford memijat pergelangan tangan Allea dengan kekuatan yang pas. Dari pergelangan tangan hingga ujung jari, perlahan-lahan, penuh kesabaran.Allea menunduk dan membiarkannya. Matanya terpejam, entah sedang memikirkan apa.Setelah beberapa saat, Rayford tiba-tiba memanggil, "Allea.""Hmm?""Lain kali ....""Nggak ada lain kali!" Allea langsung menarik tangannya seperti kucing yang ekornya terinjak. Dia mendongak dan memelotot, seperti anak kucing yang bulunya berdiri karena kesal.Rayford sempat tertegun karena tatapan itu, lalu tawa keluar dari mulutnya. Sebelum dia selesai tertawa, Allea kembali memasang wajah serius. "Pak Rayford, manusia harus tahu cara menahan diri."Rayford tertawa sampai bahunya sedikit bergetar. Melihat ekspresinya yang kesal sekaligus malu setengah mati, hatinya langsung melunak.Dia ingin mengacak rambut Allea, tetapi takut membuatnya makin marah. Bagaimanapun juga, gadisnya akhirnya berani melawannya sedikit. Itu membuatnya sangat senang."Ya sudah, aku aka
Read more