Allea berdiri, lalu berjalan menuju ruang kerja wakil direktur di ujung koridor. Dia mengetuk pintu.Di dalam, Nanka sedang duduk di balik meja kerjanya yang besar, memegang termos dan meniup perlahan uap panas yang mengepul dari dalamnya.Giselle berdiri di samping meja kerjanya. Matanya merah, seolah baru saja menangis. Begitu melihat Allea masuk, dia langsung memalingkan wajah, memasang ekspresi seolah dirinya sangat dizalimi."Pak Nanka cari aku?" tanya Allea yang berdiri di depan meja dengan nada tenang."Allea, silakan duduk."Nanka menunjuk kursi di seberangnya. Allea duduk dan menunggu penjelasannya. Nanka meletakkan termosnya, lalu menyandarkan tubuh ke kursi sambil menyilangkan kedua tangan di depan perut."Allea, aku panggil kamu untuk membicarakan proyek Cloudville." Nada bicaranya santai dan tidak terburu-buru."Giselle memang belum lama bergabung di perusahaan. Pengalamannya masih kurang. Tapi anak muda, ya begitulah. Punya semangat, punya ide. Sebagai senior, kita harus
อ่านเพิ่มเติม