Bukan Barus, juga bukan Giselle.Melainkan seorang pria bertubuh kekar mengenakan jas hitam yang berdiri mengadang di depan pintu, bagaikan tembok.Nanka tersenyum dan sedikit mengendurkan cengkeramannya, tetapi nada bicaranya justru semakin dingin. "Dean, antar Bu Allea ke toilet. Tempat ini luas, takutnya dia tersesat."Pria yang dipanggil Dean itu bergeser ke samping, memberi isyarat agar Allea keluar.Hati Allea langsung tenggelam. Dia setengah didorong, setengah "dipersilakan" keluar dari ruang VIP. Pintu-pintu ruang VIP di kedua sisi lorong tertutup rapat.Dean mengikuti di belakangnya dengan jarak setengah langkah. Jarak itu dijaga dengan sangat pas, tidak akan menarik perhatian orang lain, tetapi cukup dekat untuk langsung menghentikan setiap gerakan mencurigakan darinya.Saat melewati sebuah tikungan, dari sudut matanya Allea melihat tanda pintu keluar darurat di ujung lorong. Dalam hati, dia mulai menghitung kemungkinan untuk berhasil melarikan diri.Sesampainya di depan toil
Read more