Bab 7"Terima kasih banyak, Yang Mulia," ucapku dengan suara yang penuh ketulusan, lalu tanpa ragu sedikit pun aku melangkah maju dan memeluk tubuhnya erat-erat. "Yang Mulia sungguh dermawan hati. Tak ada kata yang pantas untuk mengungkapkan rasa syukurku."Tubuh tegap Hongwu seketika menegang kaku di pelukanku, seolah ia sama sekali tak menyangka akan keberanianku yang tiba-tiba itu. Selama bertahun-tahun, tak ada satu pun orang—baik selir, pejabat, maupun keluarganya sendiri—yang berani memeluknya dengan cara begitu: tanpa rasa takut, tanpa pamrih tersembunyi, dan hanya murni karena rasa terima kasih. Namun kekakuan itu tak berlangsung lama. Perlahan namun pasti, lengannya yang besar dan kuat terangkat, lalu melingkar di punggungku dengan kehati-hatian yang luar biasa, membalas pelukanku semakin erat seolah ia tak ingin lagi membiarkanku merasa terasing di istananya sendiri."Sama-sama," gumamnya pelan, suaranya teredam di sela rambutku, terdengar jauh lebih lembut dan manusiawi dar
Last Updated : 2026-07-07 Read more