Mobil melaju membelah jalanan siang yang mulai lengang. Tidak ada percakapan di antara mereka. Sejak meninggalkan rumah sakit, Zafira hanya menatap keluar jendela tanpa benar-benar melihat apa pun. Pikirannya masih tertinggal di ruang perawatan Hendro.Albert beberapa kali melirik ke arah kursi penumpang. Ia tahu wanita itu sedang berusaha terlihat kuat. Padahal, selama beberapa hari terakhir, Zafira hampir tidak pernah benar-benar beristirahat.Tiba-tiba...Kepala Zafira perlahan bersandar ke kaca jendela. Kelopak matanya mulai terasa berat. Albert memperhatikan perubahan itu. Senyum tipis terukir di bibirnya."Akhirnya tubuhmu menyerah juga," gumamnya pelan.Tak lama kemudian, napas Zafira mulai terdengar teratur. Ia tertidur.Albert sengaja menurunkan kecepatan mobil. Setiap kali menemukan jalan yang berlubang, ia menghindarinya sebisa mungkin agar tidur Zafira tidak terganggu. Sesekali ia melirik wanita yang kini tertidur begitu pulas di sampingnya.Raut wajah Zafira tampak jauh l
Read more