Malam semakin larut. Suasana rumah sakit jauh lebih tenang dibandingkan siang tadi. Hanya terdengar langkah kaki beberapa perawat yang sesekali melintas di lorong.Zafira perlahan membuka matanya. Ia mengerjapkan mata beberapa kali sebelum menyadari dirinya masih berada di sofa ruang perawatan.Tanpa sadar, tangannya menyentuh sesuatu yang hangat di bahunya. Jas Albert. Zafira menunduk, sudut bibirnya terangkat tipis. Pria itu pasti kembali menyelimutinya ketika ia tertidur.Pandangannya beralih ke arah ranjang Hendro. Albert tampak tertidur di kursi yang berada tepat di samping ayahnya. Posisi tidurnya sama sekali tidak nyaman. Kepalanya bersandar ke belakang dengan kedua tangan terlipat di dada. Wajahnya terlihat begitu lelah.Seharian ini Albert hampir tidak pernah meninggalkan rumah sakit. Ia mengurus administrasi, berbicara dengan dokter, menemani Zafira, bahkan memastikan dirinya sempat makan. Tanpa sadar, dada Zafira kembali terasa sesak."Kenapa, Mas...""Kenapa Mas terus bers
Read more