Mendapat teguran keras dari sang komandan, mental para taruna langsung berbalik. Mereka berhenti menunduk lesu. Tatapan mata mereka kembali menajam, menyiratkan tekad bulat mengungguli Reyhan suatu saat nanti."Hebat. Ujung-ujungnya aku yang dimanfaatkan," gumam Reyhan datar, mengusap pangkal hidungnya pelan."Jhonatan!" sentak David tajam."Siap, Komandan!" sahut Jhonatan lekas menegakkan tubuhnya, melangkah keluar dari barisan. Pandangannya lurus ke depan, meski wajahnya tampak muram."Bicara jujur mengenai kondisi kesehatanmu. Pantang menutupi fakta di medan ini. Sesama prajurit wajib saling menjaga nyawa. Malam ini rekan-rekanmu pasang badan membelamu, tetapi esok hari, kebohonganmu berpotensi membunuh mereka di medan tugas," cecar David bersuara berat.Pelupuk mata Jhonatan memerah, namun ia bersikeras menahan air matanya agar tidak jatuh."Izin, Komandan! Fisik saya memang bermasalah. Terkadang tenaga saya habis terkuras bahkan sebelum jadwal latihan dimulai. Tidur terasa mustah
Last Updated : 2026-08-24 Read more