"Menarik," gumam Reyhan pelan. Sepertinya keluarga Di Stefano memang tidak main-main. Dokter Kemal ini bukan sekadar dokter spesialis biasa, melainkan ahli medis hibrida yang sangat langka.Dengan santai namun hati-hati, Reyhan mengangkat kedua koper dengan kedua tangannya, sementara koper ketiga ia jepit dengan aman di bawah lengan, sama sekali tidak terlihat kesulitan meskipun otot di balik kemejanya sedikit menegang.Melihat cara Reyhan menyeimbangkan beban tanpa membuat koper itu berbenturan, sorot mata Dokter Kemal sedikit melunak, meski wajahnya tetap datar. "Bawa ke kamar pasien. Jangan sampai ada yang jatuh.""Siap, Komandan," sahut Reyhan santai, lalu mengedipkan sebelah matanya ke arah Lia yang sedang menatapnya dengan tatapan setengah takjub dan setengah geli."Berhentilah tebar pesona dan cepat jalan, Kuli Tampan," desis Lia pelan saat Reyhan melintas di dekatnya."Setelah urusan ini selesai, kau berutang satu pijatan padaku, Sayang," bisik Reyhan tepat di telinga Lia, seb
آخر تحديث : 2026-08-04 اقرأ المزيد