"Semua sudah siap, Arion?" tanya Anindira, suaranya terdengar halus namun menusuk tajam.Anindira menyesap teh herbalnya perlahan, menikmati setiap tetes yang menyejukkan tenggorokannya. Kebiasaan wanita itu benar-benar tidak berubah sama sekali namun, di balik ketenangan ritual pagi itu, gejolak di dadanya begitu hebat.Di layar holografis yang membentang di hadapannya, rangkaian data tak henti-hentinya mengalir. Semua mata rantai kejahatan yang selama ini ia lacak, kini mulai menyatu menjadi satu titik krusial. Puncak balas dendamnya sebentar lagi akan tercapai. Arion berdiri di sampingnya, tenang namun penuh kewaspadaan, siap untuk setiap perintah. Ia tak pernah terlihat begitu dingin dan perhitungan sebelumnya. Mata safirnya menatap langsung ke inti layar, ke nama yang menjadi pusat dari segalanya Rudi. "Siap, Madam," jawab Arion mantap."Seluruh jaringan kita sudah aktif dan memantau setiap pergerakan mereka. sang Naga Malam pun sudah mulai beraksi, sesuai instruksi kita. Peng
Read more