Salsabila berdiri tegak, mendekap kembali dua warisan ibunya lalu melangkah melewati Lazarus dan Safira tanpa menoleh sedikit pun ke belakang. Langkah kakinya yang tegas membawanya menembus pintu kaca De L'Amour, meninggalkan kehebohan yang belum reda di dalam ruangan mewah tersebut. Dia segera memasuki kabin taksi umum yang sedang berhenti di pinggir jalan, menutup pintunya dengan rapat, lalu membiarkan kendaraan itu membawanya pergi menjauhi kerumunan orang yang telah menguras air matanya. "Salsabila, biar sopir mengantarkanmu sampai ke mansion Svarga," Lady Florist mencoba menghentikan langkah Salsabila, tapi gadis itu mengabaikannya. *** "Cukup, Lazarus! Kau telah menodai kehormatan ibumu sekaligus martabat wangsa Svarga di depan khalayak ramai dengan kelakuan picikmu ini!" suara Lady Florist bergetar hebat menembus keheningan galeri De L'Amour, tongkat kayunya dihantamkan keras ke atas lantai marmer hingga memicu gema yang mencekam.
Zuletzt aktualisiert : 2026-07-05 Mehr lesen