"Kau akan menyesali ini, Salsabila!" Lady Eliza mendengus kencang Lady Eliza merasa terhina karena harus menyerahkan sebagian harta jarahannya kembali kepada sang pewaris sah keluarga Alexandrite. Namun, demi masa depan Safira, ia terpaksa menekan ego besarnya dalam-dalam pagi ini. "Tidak akan, Lady Eliza." Salsabila tersenyum lebar. "Kau benar-benar tidak tahu diri, karena berani menikahi pria tua, jelek, dan cacat tanpa takhta," sindir Safira yang tiba-tiba muncul dari balik punggung ibunya dengan gaun megah. Gadis itu mengibaskan kipas bulu mawar hitamnya di depan dada, melempar tatapan penuh penghinaan yang menusuk batin. Senyum liciknya mengembang sempurna, membayangkan penderitaan ranjang yang akan diterima oleh saudari tirinya kelak. "Satu patah kata hinaan lagi keluar dari mulutmu, maka perjanjian emas ini batal seketika!" ancam Salsabila seraya menghujamkan ujung
Zuletzt aktualisiert : 2026-07-18 Mehr lesen