"Buka matamu, Salsabila, jangan biarkan rahasia kematian ibumu terkubur bersama kebohongan klan Svarga ini!" jerit Michael seraya mencabut belati bayangan dari bahunya.CROT! Darah segar menyembur basah membasahi lantai marmer aula takhta, namun pemuda itu mengabaikan rasa sakitnya demi menatap Salsabila.Pendar sihir merah Alexandrite di sekitar tubuh Salsabila perlahan meredup, menyisakan napas tersengal-sengal dari gadis yang terkulai di pelukan Rafael. "Tutup mulutmu, Michael, dia butuh istirahat, bukan hasutan beracun kamu!" bentak Rafael seraya mendinginkan suhu api keunguannya. Pangeran pertama Svarga itu menggendong tubuh istrinya secara protektif, menatap tajam sepupunya yang masih bersimbah darah di dekat takhta."Apa dia sudah mati?" Lazarus melangkah mendekat seraya menyarungkan pedang emasnya, memandang ke arah Raja Misterius yang terbaring kaku di balik reruntuhan.Pertempuran fisik di aula pus
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-12 Mehr lesen