Julian memojokkan tubuhku ke arah dinding marmer kamar mandi yang dingin.Cengkeramannya pada bahu kiriku membuat luka gigitan Xavier kembali terasa perih di tubuhku."Lepaskan aku, Julian!" rintihku setengah berbisik.Aku mencoba meronta dari dekapan dingin yang menjerat seluruh tubuh kecilku.Namun, seluruh tenagaku menguap sia-sia saat Bastian melangkah mendekat ke arah kami.Bastian mencengkeram kedua pergelangan tanganku ke atas kepala dengan satu tangan kekarnya yang kuat."Diam, Alana. Kau harus diajar untuk lebih patuh hari ini," sahut Julian dengan senyum tipisnya yang dingin."Ayah sedang tidak ada di istana untuk melindungimu siang ini, Sayang," bisik Bastian tepat di telingaku.Aroma kulit hangat miliknya yang maskulin mengalir deras, mencekik ruang bernapasku yang sangat terbatas.Julian meraba paha bagian dalamku, menyingkap gaun katun abu-abu yang saat ini sedang kukenakan.Di tangannya, sebuah benda bulat perak kecil berkilau tajam di bawah lampu kamar mandi.Itu adala
Baca selengkapnya