"Nona Alana, saya membawakan makanan hangat untuk Anda," ucap seorang pelayan paruh baya sembari mendorong pintu kayu kamarku.Dia meletakkan nampan perak berisi sup kaldu daging dan segelas susu hangat di atas meja dekat jendela."Tunggu sebentar, saya lupa membawakan handuk bersih untuk kompres Anda," kata pelayan itu tergesa-gesa.Pintu kamar dibiarkan sedikit terbuka saat pelayan itu melangkah kembali ke koridor luar.Aku memanfaatkan kesempatan singkat itu dengan cepat.Di atas nampan perak, sebuah pisau logam kecil berkilau tajam di bawah cahaya lilin.Dengan jari gemetar, aku menyambar pisau itu dan menyembunyikannya di dalam lipatan lengan gaun katun putihku.Logam dingin itu langsung menyentuh kulit lenganku, menyembunyikan ancaman di balik kain longgar.Pelayan itu kembali membawa handuk, meletakkannya di samping baskom, lalu membungkuk sopan sebelum keluar.Begitu suara kunci pintu berputar dari luar, aku mengembuskan napas panjang yang terasa menyumbat tenggorokan.Aku mel
Last Updated : 2026-06-08 Read more