"Nyonya, Ahhhh!!" Bayu mendorong sekali lagi, dalam dan keras, dan melepaskan semuanya. Tubuhnya bergetar, kepalanya kosong, dan untuk beberapa detik, dunia berhenti berputar saat sesuatu muncrat dari dalam tubuhnya. "Bayu, Bayu, ahhhh!" Keduanya terengah-engah, tubuh mereka saling menempel, keringat bercampur. Selin memeluk Bayu erat, wajahnya bersembunyi di dadanya setelah kejang beberapa saat karena orgasme. "Hah, Bayu. Aku nggak pernah..." gumam Selin pelan. "Aku nggak pernah merasa seperti ini ke cowok lain." Bayu mengusap rambut Selin, mencoba menenangkan napasnya. "Aku juga, cuma kamu yang bisa bikin aku sepuas ini, Selin." Mereka diam sejenak, menikmati kehangatan setelah badai. Tapi di sudut hatinya, sesuatu mengganjal. Sesuatu yang berusaha ia abaikan, tapi terus muncul. "Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Selin, seolah bisa membaca pikirannya. Bayu terdiam. "nggak ada," jawabnya akhirnya. Tapi matanya berkata lain, dan Selin tahu. Ia tahu Bayu memikirkan
اقرأ المزيد