Nyonya Selin menatap kedua pelayan wanitanya dengan ekspresi datar, lalu berkata dengan nada sedingin es, "Besok akan ada acara penting di rumah ini. Kamu, Lastri, bersihkan seluruh toilet dan dapur. Sementara kamu, Sumi, bereskan kamar atas.""B-baik, Nyonya.""Dan kamu, Bayu...."Tatapan Nyonya Selin kini beralih padanya, begitu dingin dan tanpa emosi, membuat Bayu gemas sendiri. "Bersihkan taman dan garasi.""Baik, Nyonya," jawab Bayu pura-pura kaku, padahal dalam hati membatin, "Pinter banget aktingnya si Nyonya, padahal semalam gimana, desah-desah manja sampai bikin aku mimpi basah."Saat Bayu sibuk dengan bayangannya tentang kejadian tadi malam dengan nyonya Selin, tiba-tiba terdengar suara Lastri nyeletuk sinis, "Huh. Nyonya Selin dingin banget, ya. Pantes aja Pak Bram jarang pulang dan kabarnya nggak pernah puas sama dia."Mendengar itu, Bayu tak tahan untuk mengumpat dalam hati, "Halah, tahu apa kamu soal kepuasan Nyonya! Nyonya itu ibarat gunung berapi, luarnya aja tertutup
Dernière mise à jour : 2026-06-09 Read More