Nyonya Selin menatap Bayu dengan penuh selidik, pria di depannya ini hanyalah seorang sopir, setidaknya, itulah identitas yang ia pakai selama ini. Tapi, bagaimana bisa dia memiliki informasi seberbahaya dan sedetail itu? Bagaimana bisa dia bergerak lebih cepat, lebih licik, dan lebih mematikan dari Bram yang notabene seorang konglomerat berkuasa? Aura Bayu saat ini bukanlah aura seorang pekerja kasar, dia berdiri dengan tegap, memancarkan dominasi mutlak yang membuat lutut Selin terasa lemas. "Siapa kamu sebenarnya, Bayu?" bisik nyonya Selin tanpa sadar, suaranya bergetar. Bayu hanya terkekeh pelan, dia melangkah maju perlahan, memangkas sisa jarak di antara mereka hingga ujung sepatunya menyentuh kaki Selin. Pria itu sedikit menunduk, mengurung tubuh indah Selin dengan tatapan predatornya yang gelap dan lapar. "Aku? Aku pria yang baru saja menyelamatkan nyawamu, masa depanmu, dan hartamu, Selin," bisik Bayu. Wajahnya mendekat, membiarkan hembusan napasnya yang hangat menerpa
Read more