Hujan turun semakin deras, membasahi kaca jendela apartemen hingga pemandangan kota di luar berubah buram. Di dalam ruangan, keheningan terasa jauh lebih menyakitkan daripada suara petir yang sesekali menggelegar.Alexander masih memegang lembar hasil USG di tangannya. Jemarinya bergetar ketika menatap dua lingkaran kecil yang diberi keterangan Baby A dan Baby B. Selama bertahun-tahun ia membangun berbagai perusahaan bernilai miliaran rupiah, mengambil keputusan besar tanpa pernah ragu, tetapi malam itu ia bahkan tidak sanggup mengangkat kepalanya untuk menatap wanita yang pernah menjadi istrinya.Amelia berdiri beberapa langkah darinya. Tatapannya datar, seolah seluruh air mata yang ia miliki telah habis sejak lama. Ia sudah terlalu lelah untuk menangis."Aku benar-benar tidak tahu..." suara Alexander terdengar lirih."Itu bukan alasan lagi, Alexander," potong Amelia pelan. "Kau memang tidak tahu, tetapi bukan karena aku menyembunyikannya. Kau tidak tahu karena selama ini kau tidak p
Huling Na-update : 2026-07-14 Magbasa pa