Malam itu, ruang rapat pribadi Alexander tidak pernah benar-benar sepi.Jam di dinding telah menunjukkan pukul sebelas lewat tiga puluh menit, tetapi lampu di lantai paling atas Gedung Kingston masih menyala terang. Di atas meja rapat terbentang puluhan dokumen lama, foto-foto hitam putih, arsip keuangan, serta salinan surat peninggalan ayah Alexander.Sudah hampir empat jam mereka mencari satu jawaban.Namun setiap jawaban justru melahirkan pertanyaan baru.Alexander berdiri di depan papan kaca besar. Dengan spidol hitam, ia menulis seluruh nama yang selama ini muncul.**Victor Hale.****Sebastian.****Richard Lawson.****Direktur.****Komandan.**Di bawahnya ia menambahkan satu kata lagi.**Phoenix.**Ethan memperhatikan papan itu sambil melipat kedua tangan."Kalau semuanya saling berhubungan...""Harus ada satu titik awal."Alexander mengangguk pelan."Bukan penculikan.""Bukan Amelia.""Bahkan bukan Unit Phoenix."Ia menatap tulisan di papan beberapa saat."Titik awalnya adalah a
Huling Na-update : 2026-07-16 Magbasa pa