Keheningan menyelimuti Ruang Tujuh Pendiri.Semua mata tertuju pada pergelangan tangan Adrian.Jam itu...Tidak menyerupai Jam I, Jam II, ataupun Jam III.Diameternya sedikit lebih besar.Seluruh permukaannya berwarna hitam legam, seolah menyerap cahaya di sekitarnya.Tidak ada angka.Tidak ada jarum.Hanya sebuah lingkaran tipis berwarna perak di bagian tengah yang berdenyut pelan seperti detak jantung.Alexander tanpa sadar melangkah lebih dekat ke monitor."Ayah..."bisiknya."Itu benar-benar ada?"Edward tidak segera menjawab.Tatapannya tak pernah lepas dari Jam Nol.Wajahnya yang biasanya tenang kini berubah tegang."Aku berharap...""...tidak akan pernah melihatnya lagi."---Samuel menoleh ke arah Nathaniel."Jelaskan."Nathaniel menarik napas panjang."Tiga puluh tahun lalu...""...kami membuat tiga jam.""Jam I.""Jam II.""Jam III.""Itu yang selama ini kalian tahu."Samuel mengangguk."Lalu Jam Nol?"Nathaniel memejamkan mata."Itu bukan buatan kami."Ruangan kembali sunyi
Last Updated : 2026-08-06 Read more