"...Edward dibawa pergi!"Suara Daniel terputus-putus di radio.Lalu...Hening.Hanya suara gangguan frekuensi yang memenuhi telinga Alexander."Daniel!"teriak Alexander."Daniel, jawab!"Tidak ada balasan.Samuel langsung mengambil radionya."Ruang kendali, ini Samuel!""Lapor situasi!"Masih tidak ada jawaban.Samuel memandang Alexander."Komunikasi putus."Alexander mengepalkan tangannya.Dadanya dipenuhi dua dorongan yang saling bertabrakan.Ayahnya...Baru saja diculik.Namun di depannya...Adrian masih terluka.Lukas menangis ketakutan.Dan empat puluh satu anak lainnya masih bersembunyi di bunker.Untuk pertama kalinya...Alexander benar-benar dihadapkan pada pilihan seorang pemimpin.---"Kak..."Lukas menarik ujung baju Alexander."Jangan tinggalin Kak Adrian."Alexander menoleh.Adrian masih duduk bersandar pada batang pohon.Darah terus merembes dari bahu kirinya.Namun wajahnya tetap tenang."Pergilah."ucap Adrian pelan."Ayahmu lebih penting."Alexander menggeleng."Kau
Last Updated : 2026-08-10 Read more