***Mata Aksara terbelalak tak percaya. Seandainya saja mereka sedang tidak berada di ruang kantor, ia ingin sekali merengkuh tubuh Kila ke dalam pelukannya dan memohon ampun saat itu juga."Kila, tolong, berpikirlah dengan jernih," desak Aksara seraya bangkit berdiri, berusaha menahan langkah Kila.Kila tidak peduli. Dia memutar badan dan terkejut saat matanya menangkap sosok Kandi yang duduk di sofa. Kila baru menyadari bahwa ada orang lain di ruangan Aksara sejak tadi."Permisi, Pak," pamit Kila dingin pada Kandi."Kila!" panggil Aksara setengah berteriak.Kila enggan berpaling. Dia menutup pintu rapat-rapat, melangkah menuju kubikelnya mengambil tas, lalu berlalu begitu saja meninggalkan ruangN.Aksara yang diselimuti kemarahan dan frustrasi membanting paper bag di atas mejanya. Napasnya memburu, matanya memerah menahan emosi."Aksara, tenanglah. Biar nanti aku yang coba bicara dengan Kila," bujuk Kandi saat melihat sahabatnya itu tampak sangat tertekan.Kandi mengerti betul kead
Last Updated : 2026-09-13 Read more