Dominic menjemput Dayana ke kediaman Morine. Saat itu, tepat Dayana hendak meminta pada Morine untuk diantarkan pulang. Melihat Dominic di depan sana, Dayana pun langsung menghentikan langkahnya. Dengan wajah cemas, Dominic bergegas menghampiri Dayana. "Sayang, aku mencarimu ke mana-mana. Mengapa tidak menungguku dulu kalau kau ingin pergi," ujar Dominic menatap Dayana yang kini berdiri menatapnya. Di belakang Dayana, Morine menatap Dominic dengan tatapan geram. Di hatinya berteriak, ternyata ada penjahat yang secinta itu pada seseorang yang dia jahati!"Dayana bersamaku, kau jangan terlalu khawatir, Tuan Dominic," ucap Morine dengan nada santai. "Lagi pula, istrimu itu bukan seekor kucing yang harus kau kurung seumur hidup 'kan?" Dominic menatap wajah sendu Dayana, pria itu merangkulnya. Dan baru kali ini Dayana tidak menolaknya. "Ayo pulang," ajak Dayana pada suaminya itu. Dominic mengangguk. "Heem." Dayana menoleh pada Morine, sahabatnya itu melambaikan tangan dan tampak kha
Read more