Amara pergi begitu saja meninggalkan Ruby yang ketakutan. Padahal, anak itu sempat mengira bila Amara akan membawanya secara paksa seperti dulu-dulu. Tetapi ternyata tidak, Amara justru pergi begitu saja meninggalkannya. Akan tetapi, Ruby tetap saja merasa ketakutan saat ini. "Kenapa diam saja, Ruby?" Oscar melirik anak perempuan kecil yang duduk di bangku kemudi bagian belakang. "Em, tidak apa-apa, Paman," jawab anak itu. Ruby menutup-nutupinya dari Oscar. "Kenapa tidak seperti biasanya? Kenapa diam saja? Apakah ada yang mengganggumu di sekolah tadi?" tanya pria itu lagi. Ruby langsung menggeleng. "Tidak kok," cicitnya. "Ruby hanya lelah, tapi Ruby diminta membaca puisi di depan oleh Madam Emma, tapi Ruby tidak bisa...." Anak itu mengatakan hal yang sesungguhnya, walaupun rasa ketakutannya saat ini bukan berasal dari sana. Ruby sengaja menutupi pertemuannya dengan Amara tadi dari Dominic, Dayana, maupun semua orang. Anak itu tidak ingin membuat semua orang kepikiran, apalagi d
Read more